Cedera OlahRaga
tidak akan pernah terlepas dari pemain sepak bola, mengingat permainan
ini menggunakan banyak kerja otot tubuh dan kemungkinan benturan tubuh
antar pemain sangat tinggi. Cedera olahraga ini bisaberdampak langsung
terhadap masa depan karir dan ekonomi keluarganya.
Cedera yang dialami pemain sepak bola biasa
terjadi saat latihan dan pertandingan secara sengaja atau tidak sengaja
karena faktor lapangan, gerakan tubuh yang salah, berbenturan dengan
pemain lain dan sebagainya.
Bagian
tubuh seperti kepala hingga ujung kaki berpotensi mengalami cedera
ringan dan serius. Seperti halnya menangani cedera olahraga lainnya,
sebenarnya cedera yang menimpa pemain sepak bola seharusnya juga
mendapatkan perawatan dan pengobatan medis.
Namun realitas unik terjadi di beberapa kalangan pemain sepak bola diIndonesia,
lebih memilih menjalani pengobatan alternatif atau biasa disebut
pengobatan tradisional karena terbukti memberikan hasil memuaskan.
Pertimbangan memanfaatkan jasa pengobatan
tradisional dalam mengobati cedera olahraga sepakbola daripada praktek
kedokteran dipengaruhi oleh faktor biaya operasi yang mahal dan waktu
pemulihan lama.
Dapat disimpulkan bahwa pemain sepak bola menginginkan cedera tersebut dapat disembuhkan secara instan agar kembali pada kondisi semula.
Tata cara pengobatan tradisional pada dasarnya mengacu kepada mengembalikan fungsi otot kembali normal melalui teknik pijatan ditunjang ramuan tradisional.
Tahap
awal penyembuhan cedera olahraga dimulai dengan melakukan pijatan di
telapak kaki sebagai titik pusat peredaran darah, bukan pada bagian yang
menderita cedera. Peranan ramuan tradisional sama
sekali tidak mengandung muatan mistis didalamnya melainkan memberikan
pengaruh panas ke otot sehingga memperlancar peredaran darah.
Penanganan Cedera Secara Tradisional
Berdasarkan
pengalaman salah seorang pemain tim nasional Indonesia asal klub
Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy, saat mengalami cedera lutut
parah dapat disembuhkan dengan metode pijatan dan ramuan tradisional
asal Papua.
Selama
cedera, Ricardo Salampessy secara rutin memijitkan lututnya kepada ahli
terapis tradisional dan dioleskan pula ramuan terbuat dari jahe merah
asal Papua.
Proses penyembuhan
cederanya berlangsung selama 3 bulan sehingga lebih cepat daripada
penanganan operasi yang memakan waktu selama 6 bulan seperti yang
disarankan.
Metode
penyembuhan yang dilakukan ahli terapis tradisional untuk setiap jenis
cedera olahraga bervariasi. Sebagai acuan titik pemijatan terletak pada telapak kaki kemudian bergerak ke bagian lain tubuh yang berhubungan dengan cedera.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara penanganan cedera lutut, engkel dan memar.
- Cedera lutut
Jika terjadi dislokasi lutut maka langkah awalnya adalah mengembalikan posisi ujung lutut kepada posisi semula. Cedera olahraga dibagian lutut, dimulai dengan tahap pemijatan telapak kaki agar peredaran darah mengalir lancar ke jantung. Dilanjutkan dengan memijat daerah sekitar lutut mengarah ke jantung.
- Cedera engkel
Cedera engkel ditangani melalui pemijatan telapak kaki, kemudian diurut di bagian engkel secara perlahan sambil diberikan tekanan yang mengarah ke atas. Untuk mengembalikan fungsi kerja otot, persendian digerakkan kearah berbeda.
- Cedera memar
Pemijatan berawal dari ujung kaki menuju otot bagian tubuh lain yang masih berhubungan dengan lokasi cedera. Cedera memar tidak boleh dipijat pada bagian yang cedera.
Cara pengobatan tradisional untuk mengobati cedera olahraga sepak bola maupunpenyakit umumnya
memang dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat di Indonesia. Keyakinan
kuat manfaat pengobatan tradisional sudah dikenal secara turun temurun
sebagai bagian dari budaya masyarakat lokal.
Menurut dr. Jhon Kambu seorang dokter tim
sepakbola asal papua menyatakan bahwa beberapa pengobatan tradisional
menggunakan metode pijatan dan ramuan tradisional tidak bertentangan
dengan ilmu kedokteran. (Tabloid Soccer edisi17/XI, 23 Oktober 2010).
Namun harus diingat bahwa memilih ahli terapis tradisional harus selektif dan berhati-hati karena apabila terjadi kesalahan maka akibatnya menjadi fatal yaitu tidak dapat kembali bermain sepak bola atau pensiun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar